Tuesday, May 19, 2009

= JaTuH CiNta saMa saHaBaT =

Semua orang pasti pernah jatuh cinta. Siapa yang nggak pernah jatuh cinta coba? Mmm.. kalo ada yang belum ngerasain jatuh cinta, wahh kasian deh lu? hehhehe... becanda. Jatuh cinta memang berjuta rasa, nggak mau terlalu lebay ahh... orang yang pernah jatuh cinta pasti tahu betul gimana rasanya. ^_^

Tapi pernah nggak jatuh cinta sama sahabat dekat? Kalo pernah, biasanya apa yang kita lakukan? Apa mengungkapkan isi hati ke sahabat? Atau hanya diam seribu bahasa menyimpan rasa yang ada di hati dan apabila merasa waktunya sudah tepat diungkapkan, baru diungkapkan? Kalo iya masih sempat mengungkapkan, kalo nggak... gimana dunk? Terus kalo bertepuk sebelah tangan gimana juga dunk? Yahhh nggak ada habisnya dunk...

Mmm... tapi yang pasti kalo menurut Ukie pribadi, kalo kita jatuh cinta sama sahabat dekat, yah mending diungkapkan saja tapi tanpa pengharapan. Dalam arti, kita siap untuk 'cinta bertepuk sebelah tangan'. Tapi bukankah itu lebih baik? Lebih baik segera daripada terlambat. Mana kita tahu kita bertepuk sebelah tangan atau tidak, kalo kita belum mencobanya. Jadi pedeh aja ^_^.... Nah syukur-syukur kalo nggak bertepuk sebelah tangan, alhamdulillah kan.

Menurut beberapa pengalaman teman Ukie yang jatuh cinta sama sahabat sendiri, biasanya ada yang berakhir happy ending, menikah. Dan ada juga yang unhappy ending. Tapi walo begitu tetap harus semangat untuk mencari kebahagiaan yang lain.

Nah ngomong-ngomong soal unhappy ending, Ukie jadi teringat beberapa kejadian yang menimpa teman. Enaknya jatuh cinta sama sahabat terus pacaran tapi pada akhirnya harus putus, adalah tetap masih bisa bersikap profesional sebagai teman. Maksudnya walo putus bukan berarti nggak bisa berteman lagi seperti dulu, mungkin memang agak sedikit beda karena bagaimanapun sahabat kita itu pernah jadi orang yang paling dekat sama kita sebelumnya, tapi teman kan tetap teman. Hehehe.. itu sih menurut Ukie. Nah nggak enaknya ya itu, nggak bisa bersikap profesional sebagai teman. Dulu sahabatan terus pacaran dan pada akhirnya putus, eh malah kita saling jauh kayak nggak pernah kenal, saling benci, diem-dieman, jaga jarak, dll. Mmm.. kenapa harus begitu? Bukankah kalo tetap berteman itu tidak salah? Lalu apakah salah pacaran sama sahabat sendiri? Kalo pun akhirnya putus, itu kan berarti memang sudah jalan dari Tuhan seperti itu. Jadi seharusnya sih tetap bisa berteman. Segala sesuatu yang diawali dengan baik, mungkin ada baiknya diakhiri dengan baik pula.

Kalo resiko pacaran sama sahabat seperti itu, setelah nggak pacaran lagi kemudian jaga jarak, kayak nggak kenal, saling benci, dll itu... yah mendingan nggak pacaran sama sekali. Siapa juga yang mau berakhir seperti itu? Kalo ada jaminan pacaran sama sahabat semua akan baik-baik saja walo nanti nggak happy ending, ya bagus juga, hehehhe.... Walo Ukie tahu itu mungkin... sama sekali nggak mungkin. Mana ada yang bisa menjamin, itu mungkin kembali ke masing-masing orang. Bagaimana menyikapi semua itu, kalo jalannya mang harus putus... terus mau apa dunk.... Nggak bisa dipaksain juga kan.

Yaaa mudah-mudahan kita nggak pernah berhenti untuk belajar ikhlas. Kalo nggak berakhir happy ending sama sahabat ya berarti bukan jodoh. Yakini diri bahwa segala sesuatu yang terjadi mungkin ada alasannya. Tuhan pasti akan memberikan kita kemudahan untuk menghadapi semua itu. Dan Tuhan juga pasti akan memberikan kita yang terbaik.

Cinta tidak harus selalu memiliki. Segala sesuatu yang diawali dengan baik, mungkin ada baiknya diakhiri dengan baik pula.... You'll always be in my heart ^_^

0 comments: